CV Mulia Invest

Kedok Investasi, Puluhan Miliar Melayang

Sebuah toko di Jalan Ahmad Yani Telukkuantan disegel dan dikawal ketat polisi karena adanya dugaan penipuan berkedok investasi, Senin (21/5/2012). Ratusan nasabah yang merasa tertipu berniat merusak toko yang merupakan kantor CV Mulia Invest.

Laporan JUPRISON, Telukkuantan
Penipuan berkedok bisnis investasi kembali menelan korban. Kali ini terjadi di Kabupaten Kuantan Singingi, di mana pemilik dari CV Mulia Invest, Mawardy diduga telah melarikan diri alias kabur dengan membawa uang nasabah yang diduga mencapai puluhan miliar rupiah.
Hal ini terungkap setelah Senin (21/5) pagi, terdapat ratusan nasabah yang merasa tertipu mendatangi kantor CV Mulia Invest yang terletak di Jalan Ahmad Yani, Teluk Kuantan guna mempertanyakan kejelasan uang yang telah mereka investasikan itu.
Namun kedatangan mereka ternyata sia-sia. Pasalnya, kantor Mulia Invest yang sehari-harinya merupakan toko emas tersebut dalam keadaan kosong. Hal ini membuat para nasabah makin curiga, sehingga berujung pada perusakan kantor.
Plang nama yang bertuliskan “Investasi aman bersama Mulia Invest” yang ada di depan toko pun dirusak para nasabah.
Melihat kondisi tersebut, satu pleton anggota Shabara Polres Kuansing langsung turun ke lokasi guna mengamankan TKP dari tindakan anarkis para nasabah. Kantor Mulia Invest pun langsung dipasang garis polisi (police line).
Ujang, salah seorang nasabah yang menjadi korban penipuan saat dijumpai di lokasi menuturkan, ia mengalami kerugian sekitar Rp10 juta. “Kalau saya kena sekitar sepuluh juta, kalau yang lain ada yang seratus lebih, bahkan kabarnya ada yang sampai satu miliar,” ujarnya.
Hal serupa juga disampaikan Delvis dan Anto. Mereka mengaku juga menginvestasikan sejumlah uang di Mulia Invest ini dengan besaran juga sekitar Rp10 juta. Namun mereka mengaku kalau sebelumnya mereka sudah mendapatkan keuntungan karena sudah pernah menerima pembagian.
“Yah, kita tergiur akan iming-iming keuntungan yang cukup besar sampai 300 persen. Kalau kita menginvestasikan uang Rp10 juta, maka kita akan menerima keuntungan sekitar Rp6 juta per bulan selama lima bulan,” ujarnya.
Sementara itu, berdasarkan informasi yang dihimpun dari beberapa nasabah lainnya, Mulia Invest ini sudah beroperasi di Teluk Kuantan sekitar awal tahun lalu dan nasabahnya diperkirakan sudah mencapai ratusan orang.
“Menurut informasi, nasabah mencapai lima ratusan lebih, dan mereka bervariasi. Ada yang berinvestasi lima juta bahkan sampai ratusan juta dan ada juga kabarnya sampai satu miliar,” ujar salah seorang nasabah yang enggan disebutkan namanya.
Dari beberapa narasumber juga diketahui, para nasabah juga banyak yang mendatangi rumah bos Mulia Invest di Desa Jake, Kecamatan Kuantan Tengah. Isep salah seorang warga Jake ketika dikonfirmasi membenarkan saat ini rumah Edi, Bos Mulia Invest ramai didatangi orang dan saat itu sudah di-policeline dan dijaga ketat puluhan personel Polres Kuansing.
Dari pihak kepolisian, Kapolres Kuansing, AKBP Wendry Purbyantoro SH melalui Kasubag Humas, AKP Azhari menjelaskan, bahwa saat ini pihaknya hanya sekadar mengamankan TKP, baik kantor maupun rumah guna mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.
Sedangkan terkait tindak lanjut kasus ini sendiri, sampai sekarang belum satu pun nasabah yang melaporkan kepada kepolisian.Namun kita tetap akan melakukan penyelidikan kasus ini. Nanti kita juga akan lakukan pemeriksaan terhadap karyawan Mulia Invest ini,” jelasnya.(muh)

TELUK KUANTAN – Warga Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Senin (21/5), heboh dengan ditutupnya Toko Emas Mulya yang juga mengelola investasi dalam bentuk simpanan emas. Toko di Jalan Ahmad Yani, Teluk Kuantan itu, ditutup oleh polisi dan diberi police line karena diduga telah melakukan penipuan kepada para nasabahnya atas nama CV Mulya Investasi
Puluhan nasabah mendatangi Toko Emas Mulya untuk mempertanyakan uang mereka yang sudah diinvestasikan. Rata-rata nasabah yang datang tersebut terlihat sedih dan khawatir terhadap nasib uang yang telah mereka investasikan tersebut. Sesama para nasabah juga terlihat saling berbincang-bincang mengenai langkah yang akan mereka ambil terkait permasalahan yang menimpa mereka karena investasi yang mereka tanamkan lumayan besar.
Seorang nasabah yang enggan namanya disebutkan mengaku tergiur berinvestasi karena besarnya pengembalian keuntungan yang ditawarkan pengelola. Karena itu, ia sempat menanamkan investasi sebesar Rp22,5 juta. Dalam tiga minggu setelah menyetor uang, nasabah itu akan menerima pengembalian sebesar RP 45 Juta. Syarat untuk bergabung juga tak rumit, cukup menyerahkan fotokopi KTP. “Harusnya Selasa esok (hari ini) Saya akan menerima dana keuntungan dana investasi itu,’ ujar ibu tersebut.
Kapolres Kuansing, AKBP Wendry Purbyantoro mengakui adanya permasalahan ini. Untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan polisi sudah memberi garis polisi di toko tersebut yang berarti semua kegiatan harus berhenti total.
“Karena sudah ada yang buat laporan ke Polres sebanyak 2 orang. Polres sudah bentuk tim Opsnal dan mereka sudah bergerak,”ujar Wendry.
Menurut Wendry, pola yang digunakan dalam bisnis ini yakni pola multi level marketing (MLM) dengan pengelola Edi Mawardi. Selain memberi garis polisi di toko itu, polisi juga sudah mengamankan sejumlah alat bukti seperti dokumen dan laptop serta memeriksa staf dan karyawan usaha tersebut.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: