Dosen Otaki Investasi Palsu-Korban Ratusan Ribu Nasabah

YOGYAKARTA– Penipuan dengan kedok investasi melalui perekrutan nasabah secara online kembali diungkap Direktorat Reskrim Khusus (Ditreskrimsus) Polda DIY.

YOGYAKARTA– Penipuan dengan kedok investasi melalui perekrutan nasabah secara online kembali diungkap Direktorat Reskrim Khusus (Ditreskrimsus) Polda DIY.
Tak tanggung-tanggung, jumlah korbannya mencapai ratusan ribu orang.Kerugian investasi palsu ini belum bisa ditaksir karena masih dalam penghitungan akuntan. Investor yang dibidik dalam penipuan program ini adalah nasabah Bank BCA dan Mandiri. Dalam kasus ini,polisi menahan Tohir Ismail,35,warga Sorosutan, Pakelbaru,Umbulharjo, Yogyakarta. Tersangka yang berprofesi sebagai pemilik warung internet (warnet) dan bergelarsarjanakomputertersebut diketahui sebagai salah satu dosen teknologi informasi (TI) di sebuah perguruan tinggi swasta (PTS) di Yogyakarta.

Direktur Reskrim Khusus (Diresrimsus) Polda DIY Kombes Pol Joko Lelono menerangkan, dalam aksinya tersangka merekrut para investor dengan cara membuka website yang dioperasionalkan pada tahun 2005 lalu sampai sekarang. Setidaknya diketahui ada empat website yang digunakan, masing-masing, www.mandiri kita.com, www.investa mandiri.com, www.asia kita.com danwww.asia bersama.com.”Empat websiteitu sudah kita lakukan pemblokiran, kita juga membuat peringatandisana,” terangnya diMapolda DIY,siang kemarin.

Modus yang digunakan,tersangka membuat dokumen elektronik seperti yang ditampilkan dalam website www.asiakita.com melalui program investasi Asia Kita. Cara yang digunakan mencari downline empat orang dengan mentransfer uang melalui rekening BCA masing-masing Rp20.000, sehingga jumlah uang dari downline Rp80.000. Sedang, program investasi Mandiri Kita yakni dengan mencari downline empat orang dengan mentransfer uang melalui rekening Mandiri masingmasing Rp50.000. Uang yang terkumpul dari downline ini Rp200.000.

Dalam program investasi Asia Kita, tersangka menjanjikan kepada investornya dalam jangka waktu empat pekan mampu mendapatkan keuntungan sampai dengan Rp3,36 miliar. Dari website itu, dijelaskan bahwa konsep program investasi Asia Kita adalah memberikan kesempatan kepada siapa saja untuk mendaftar dengan cara mentrasfer sejumlah uang ke empat nomor rekening yang tertera dan disebut sebagai sponsor,yakni bronze, silver, golddan platinum.

Tugas utama pendaftar atau investor yakni dengan melakukan iklan dan promosi sebanyak mungkin terhadap website pribadinya, sehingga banyak orang yang tergabung dalam program itu. Dari website yang ditampilkan, Joko Lelono menduga, dokumen tersebut tidak sah,karena status usahanya tidak memiliki izin dan tidak terdaftar.”Hasil kejahatan belum kita ketahui, kami masih tunggu perhitungan akuntan, jadi bisa diketahui totalnya,”ujarnya.

Joko Lelono memaparkan, hingga November 2012 diketahui jumlah investor yang masuk untuk program Asia Kita mencapai 162.549 orang, sedang untuk Mandiri Kita hingga 22.376 orang.Polisi mengamankan barang bukti dari tersangka yakni satu unit laptop, enam buku rekening Mandiri dan tiga buku rekening BCA yang semuanya sudah dilakukan pemblokiran. Buku rekening sebanyak itu dibuat atas nama tersangka, istri dan keluarganya.

Namun kartu ATM digunakan oleh tersangka. Polisi masih terus mengembangkan kasus ini karena dimungkinkan ada tersangka-tersangka lain yang ikut menikmati aliran dana. Tersangka dalam kasus itu diancam dengan KUHP atas tindak pidana PenipuandanUUInformasidan Transaksi Elektronik (ITE).”Jika dari perhitungan sudah diketahui total (hasil kejahatan) bisa juga dikenakan tindak pidana pencucian uang,”tegas Joko. Kuasa hukum tersangka Edi Ahmad Nurkojin secara terpisah menyatakan, bisnis yang digeluti kliennya pada dasarnya atas dasar saling menguntungkan.

Dia menggambarkan bisnis itu layaknya multi level marketing (MLM). Namun operasionalnya dilakukan dengan perantara website. Rekening yang disetorkan kemudian masuk ke member. ‘Proses hukum yang dilakukan kepolisian tetap kita hormati, kalau ada yang merasa dirugikan kami meminta maaf,”ujarnya. Edi meminta kepolisian untuk melakukan penangguhan penahanan atas kliennya. Hal itu tidak lain atas dasar pekerjaan dari kliennya yang merupakan seorang dosen TI dan muji barnugroho_konsultan warnet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: