PT FM (FAISOL MUSLIM)

Tergiur Iming-iming, Miliaran Rupiah Lenyap

Ada kecenderungan sebagian masyarakat ingin mendapat keuntungan besar tanpa bekerja keras. Akibatnya, mereka mudah tergiur iming-iming. Situasi itu

dimanfaatkan sejumlah orang untuk menipu dengan kedok investasi menggiurkan, seperti terjadi di berbagai daerah di Jawa Tengah.

BELUM  lama ini, konsultan hukum Winarni SH MHum datang ke Polres Banyumas bersama beberapa klien asal Purwokerto. Ibu-ibu itu diklarifikasi oleh petugas Mabes Polri, menyusul pengaduan penipuan berkedok bisnis pulsa.

’’Jumlah klien saya sekitar 300 orang yang berasal dari Purwokerto, Wonosobo, Temanggung, Banjarnegara, dan Purbalingga. Mereka berinvestasi bisnis pulsa. Total dana yang disetor mencapai Rp 20 miliar,’’ kata Winarni.

Dia berkisah, semula bisnis berjalan baik. Kalau berinvestasi Rp 10 juta, akan mendapat pulsa senilai itu. Setelah terjual habis, mendapat reward 10 persen dari nilai investasi. Karena manajemen kurang baik, setelah berjalan 8-9 tahun, perusahaan berjalan kacau.

Jangankan reward, uang yang telah diinvestasikan hilang.

’’Tak sedikit dari klien saya kehilangan uang dalam jumlah besar. Akibatnya ada yang menjual rumah, ada juga yang merdukun hingga tidak pulang. Benar-benar kasihan,’’ imbuhnya.

Menurut dia, modus bisnis dengan iming-iming untung besar sedang menjadi tren. Tapi kalau tidak hati-hati, justru akan jadi korban karena bisnis itu hanya modus untuk menipu.

Dalam kasus penipuan berkedok investasi, imbuhnya, korban biasanya enggan melapor kepada aparat berwajib. Sebab di antara mereka ada dari pejabat, sehingga malu lapor ke polisi. Ada juga yang tidak lapor karena berharap uang kembali.

Bisnis investasi bermasalah juga terjadi di Cilacap. Terakhir, para nasabah PT FM yang berpusat di Palembang menunggu kepastian uang mereka dikembalikan. Pasalnya, mereka mendapat surat edaran yang menyebutkan bahwa perusahasn rugi. Nasabah dijanjikan mendapat uang pada Juli mendatang.

Umumnya mereka tergiur tawaran keuntungan fantastis. Nasabah akan mendapat keuntungan 7 persen setiap bulan dari jumlah dana yang diinvestasikan. Dalam perhitungan, modal mereka akan kembali setelah 14 bulan.

Salah seorang nasabah PT FM asal Cilacap Selatan yang tak mau disebeut namanya mengaku tergiur menanamkan modal karena diajak account executive (AE) PT FM. Awalnya, pembayaran profit dilakukan secara teratur setiap bulan.

Setelah 14 bulan, modalnya kembali. Karena terbukti lancar, nasabah pun memutuskan bergabung lagi. Namun, dua bulan terakhir ada gelagat tidak sehat. Perusahaan mengeluarkan edaran bahwa keuntungan diturunkan dari 7 persen menjadi 6 persen pada bulan April. Satu bulan kemudian, ada edaran baru yang memberitahukan pembayaran keuntungan diundur setelah tanggal 12 Mei.

”Dalam edaran ada catatan dana nasabah aman, jadi kami masih tenang,” katanya.

Jual Aset

Belum juga terbayar, ada pemberitahuan baru bahwa perusahaan rugi. Semua dana nasabah akan dikembalikan pada Juli mendatang. Perusahaan berdalih akan menjual aset untuk membayar dana nasabah.

”Sebenarnya tidak percaya, karena kami yakin asetnya tidak cukup untuk membayar seluruh dana nasabah,” jelasnya.

Perwakilan PT FM di Binangun memiliki ribuan nasabah yang tersebar hingga ke beberapa kecamatan, meliputi Adipala, Kroya, Binangun, Kawunganten, dan kecamatan lain. Setiap nasabah menginvestasikan dana hingga ratusan juta rupiah karena iming-iming keuntungan besar.

Tak sedikit nasabah yang nekat meminjam uang dalam jumlah besar ke bank. Selanjutnya, uang tersebut diinvestasikan ke PT FM. Selain di Binangun, ratusan nasabah PT FM di Kecamatan Kawunganten juga harus gigit jari lantaran uang Rp 2,4 miliar diselewengkan oleh oknum kepada perusahaan valas lain, PT CF Yogyakarta.

Hal serupa juga dialami oleh Nugroho (39), warga Krapyak Semarang Barat. Lantaran terbujuk ajakan temannya, Emy, warga Papandayan Semarang untuk berbisnis investasi, korban justru kehilangan uang Rp 265 juta.

Nasib serupa juga menimpa Hartono (54), warga Jalan Permata Hijau, Pondok Hasanudin, Kuningan, Semarang Utara. Korban menderita kerugian Rp 120 juta lantaran tertipu investasi fiktif dengan kedok pembukaan lahan perkebunan di daerah luar Jawa.

Seorang anggota Polri juga mengalami nasib sial lantaran ditipu oleh rekan bisnis Dadang Purnomo (38), warga Asrama Polisi Kalisari Blok I No 6 RT 5 RW 7, Kelurahan Barusari, Semarang Selatan. Dia harus merelakan uang Rp 37,5 juta miliknya amblas lantaran tertipu bisnis beli rongsokan bekas di Jakarta. (80)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: