TVI EXPRESS

Penanggungjawab TVI Express Ditetapkan Jadi Tersangka
Medan, (Analisa). Pascapemeriksaan penanggungjawab perusahaan TVI Express, sebuah perusahaan MLM beralamat di perumahan Padang Hijau Jalan Binjai Km 14, Diski, petugas penyidik Polsekta Medan Sunggal akhirnya, Rabu (3/8) menetapkan AS, warga Dusun III, Jalan Pala, Desa Sei Mencirim, Sunggal Deli Serdang sebagai tersangka kasus penipuan dan penggelapan.

“AS saat ini telah ditetapkan sebagai tersangka kasus penipuan dan penggelapan uang nasabahnya. Untuk saat ini yang baru mengadukan kasus ini hanya tiga orang. Padahal korbannya ratusan orang. Kita masih menunggu pengaduan korban lainnya. Ada juga beberapa korbannya tidak ingin mengadukannya. Dengan harapan uang mereka dikembalikan”, kata petugas penyidik Bripka Alam Wijaya.

Salah seorang nasabah TVI Express yang menjadi korban, Frensisca (36) warga Jalan Setia Luhur, Helvetia menambahkan bahwa yang menjadi korban kasus penggandaan uang perusahaan TVI Express sebanyak 800 orang dengan 1200 paket. “Sebenarnya jumlah korbannya ada 800 orang. Bukan 1.200 orang seperti isu sebelumnya. Yang 1.200 itu adalah paketnya bang”, kata Frensisca dengan harapan uang yang ditanamnya dalam jumlah cukup besar dikembalikan AS.

Sedangkan Budiman tinggal di Helvetia seraya memperlihatkan kuitansi pembayaran tanpa stempel menegaskan kalau sampai saat ini, meski telah jatuh tempo, uang yang diinvestasikannya belum juga dilipatgandakan perusahaan TVI Express. Dia berharap hukum dapat diwujudkan dalam hal ini. “Saya masuk 2 Mei lalu dengan membeli paket travel senilai Rp 2.800.000. Pihak perusahaan mengiming-imingi uang yang saya tanam akan menjadi $10.000 dalam tempo tiga bulan. Tapi setelah jatuh tempo tidak ada realisasinya”, tegas Budiman. Selain Frensisca dan Budiman, banyak lagi nasabah perusahaan TVI Express yang ingin meminta kepastian hukum lalu-lalang di halaman Mapolsekta Medan Sunggal. Harapan mereka hanya satu, uang kembali.

Polisi Gadungan Diringkus

Sementara itu, dua polisi gadungan berinisial BS (22) dan Is alias Mail (23) tinggal bertetangga di Jalan Kapten Muslim, Gang Masjid, diringkus Satuan Reskrim Polsekta Medan Helvetia yang tengah mobile di Jalan Gaperta Ujung, Rabu (3/8) dinihari. Waktu ditangkap BS dan Mail berusaha melarikan sepeda motor dan telepon seluler korbannya, Putra Amirullah warga Jalan Tangguk Utama, Medan Labuhan.

Kapolsekta Medan Helvetia Kompol Sutrisno Hadi Santoso membenarkan penangkapan kedua pelaku. Modus operandi tersangka BS dan Mail adalah berpura-pura mengaku anggota polisi. Lalu menuduh calon korbannya membawa sabu. Setelah itu itu, keduanya meminta calon korbannya menyerahkan sepeda motor yang dikendarai dan telepon seluler untuk disita dan dibawa ke mapolsekta setempat. Setelah itu barang berharga milik korbannya pun dilarikan.

Ini merupakan yang ketiga kalinya BS dan Mail beraksi. Sebelumnya, kedua pelaku beraksi di kawasan Jalan Kapten Sumarsono dan berhasil melarikan dua sepeda motor, yakni Suzuki Satria dan Yamaha Mio. Dalam kedua aksi sebelumna, tersangka BS memakai seragam polisi milik keluarganya.(wan)

 

PENIPUAN TVI EXPRESS

OPINI | 26 February 2011 | 19:13 Dibaca: 81014   Komentar: 434   5 bermanfaat

Hmmm…

telah berpikir berpuluh-puluh kali sebelum akhirnya menuliskan ini.

Well… i have to write it anyway… daripada dipendam bikin tensi naik terus.

Sebelumnya mohon maaf bagi yang merasa tersinggung…

Here we go…

Sekitar setahunan yang lalu, saya ditawarkan untuk bergabung ke sebuah bisnis (sejenis MLM) yang namanya TVI Expresss. Sistem bisnisnya kita menyetorkan uang sebesar 2,6 juta rupiah yang nantinya dapat ditukarkan dengan voucher hotel atau tiket pesawat yang dapat dipakai kapan saja diseluruh dunia. Setelah itu apabila kita berhasil mendapatkan downline dgn jumlah tertentu, kita akan mendapatkan uang sebesar US$ 500 dan US$ 10.000. Singkat cerita, karena beberapa faktor di bawah ini akhirnya saya (yang sama sekali tidak pernah suka sama bisnis MLM) akhirnya bergabung juga. Faktor tersebut diantaranya:

Yang mengajak saudara yang saya kenal baik

Ditambah dengan presentasi meyakinkan dari orang yang katanya sudah sukses dari MLM ini (Bapak Gondo)

Sistem MLM yang ditawarkan berbeda dari sistem MLM yang saya pernah tahu selama ini (dimana upline yang di atas cuma tinggal ongkang-ongkang kaki saja menikmati kerja keras dari downline yang baru bergabung). Kalau disini katanya berbeda…

Saya dan hubby sangat suka travelling, so karena bisnis MLM ini di bidang tiket hotel dan airplane (yang sampai sekarang airplane-nya belum juga connecting…!!) jadi saya pikir hitung-hitung beli tiket sekalian dapat poin di MLM. Siapa tahu bisa dapat US$ itu (ngarepModeON).

Dan beberapa alasan lainnya…

Setelah bergabung di MLM TVI Express, saya tidak berhasil mendapatkan downline (karena saya memang tidak pernah mencari). Saya cuma berpikir bahwa uang yang saya setorkan itu akan saya pakai untuk berwisata. Bahkan saya berpikir untuk menambahkan jumlah keanggotaan saya sebanyak 3 lagi. Maksudnya adalah mendaftar 3 downline dengan nama dan uang saya sendiri (3 x 2,6 juta = 7,8 juta). Alasannya mau nengokin hubby yang kuliah S2 di Delft Belanda, kan harga tiket Garuda Jakarta-Amsterdam sekitar 9 jutaan. Daripada saya beli begitu saja, lebih baik saya jadikan downline yang syukur-syukur bisa mendapatkan US$.

Suatu ketika sekitar bulan Oktober 2010 saya iseng membuka web-nya tviexpress.com untuk melihat status keanggotaan saya. Alangkah terkejutnya waktu saya tahu bahwa voucher hotel (yang 2,6 juta itu) yang katanya berlaku tak terbatas, dinyatakan kadaluarsa pada tanggal 9 April 2011. Saat itu juga langsung saya booking hotel melalui web-nya tviexpress.com supaya jangan sampai hangus sia-sia. Berjam-jam saya mencoba booking tapi selalu gagal dengan alasan keanggotaan saya unverified atau belum diverifikasi. Kemudian saya hubungi upline saya dan saudara yang mengajak saya bergabung ke MLM ini, dan disarankan untuk meng-attach kartu identitas seperti KTP/SIM yang langsung saya lakukan saat itu juga. Kira-kira bulan November 2010, saya coba lagi untuk melakukan proses booking yang gagal lagi… gagal lagi… kali ini jawaban dari website-nya under construction…

Sampai awal Januari 2011 saya terus mencoba dan tetap gagal. Ketika menghubungi upline, saya malah diping-pong sana sini. Disuruh booking offline, booking online, kirim email pribadi sampai menelepon dan meng-SMS petinggi TVI Express yang namanya Ibu Gunarni. Benar-benar menguras energi, pulsa, uang, waktu dan perasaan…!!! Akhirnya tgl 23 Januari 2011, diantar supir saya mendatangi kantor TVI Express yang berada di STC Senayan Jakarta. Selama diperjalanan, supir saya menceritakan tentang pangalaman kerjanya dulu di travel lengkap dengan segala trik-trik licik yang mirip dengan kejadian yang menimpa saya sekarang. Beliau bahkan juga bercerita tentang strateginya dulu yang mengacaukan website-nya sendiri di setiap musim liburan (peak season/high season) dengan maksud supaya para member tidak bisa membooking hotel yang harganya bisa melambung sangat tinggi. Mendengar cerita itu hati saya semakin pesimis, tapi kepalang sudah sampai Jakarta saya harus mendatangi STC Senayan sebelum ke Bandara Soetta untuk pulang ke Banjarmasin.

Sampai di STC Senayan, mobil saya parkir di Basement. Bahkan supir saya yang ikut emosi sempat menawari untuk menemani naik ke kantor TVI Express yang saya tolak dengan alasan saya mau menyelesaikan dengan cara baik-baik. Sampai di kantor TVI Express saya bertemu dengan orang-orang yang juga bernasib seperti saya. Bahkan ada seorang Ibu dan suaminya dari Surabaya (yang katanya sudah sampai diancam mau dibunuh sama para downline-nya yang konon sudah ikut sampai ratusan juta rupiah tapi voucher-nya ga bisa diklaim…!!). Kami semua dilayani oleh seorang pria muda (mungkin Customer Service TVI) yang kebingungan dan tidak jelas mau kasih solusi apa. Tidak ada satu orang pun petinggi TVI (misalnya Manager On Duty dan sejenisnya) yang bisa memberi kepastian kepada semua yang complain. Bener-bener kacau…!!!

Di sebelah kanan saya duduk 2 orang lelaki berbaju hitam-hitam yang “gayanya” seakan seperti member TVI Express yang sudah berhasil memperoleh US$ sampai beberapa milyar karena keberhasilan mereka di MLM ini. Mereka berkali-kali menyela kemarahan saya dan ibu itu dengan alasan bahwa kegagalan booking itu karena kebodohan kami sendiri. Bahkan mereka berkali-kali “memaksa” dan setengah membentak bahwa kalau mau serius ikut bisnis ini tidak usah mikirin voucher hotelnya tapi harus cari downline sebanyak-banyaknya. Saya merasa sedikit curiga kalau mereka ini adalah orang-orang bayaran yang dibayar oleh TVI Express supaya MLM ini terlihat meyakinkan. Si ibu yang dari Surabaya iu agak terdiam (mungkin takut) karena intonasi suara keras dari kedua lelaki yang potongannya mirip-mirip tukang pukul. Salah seorang pria itu setengah mencibir ketika mendengar bahwa saya cuma ikut satu member saja koq ribut…

Kesal dengan sikap mereka, dan kasihan dengan si Ibu, akhirnya saya memberanikan diri melawan. Saya jawab,” Bagaimana mau mencari downline sebanyak-banyaknya, kalau satu saja tidak bisa diproses…!! Mungkin bagi anda uang 2,6 juta tidak terlalu berarti, tapi bagi banyak orang itu adalah makan keluarga mereka selama sebulan…!!!” Setelah mendengar ucapan saya, Si Ibu dan suaminya jadi kembali berani. Akhirnya setelah perdebatan panjang, kami dijanjikan akan segera diprioritaskan untuk proses claim voucher. Kami diminta untuk mengisi tanggal yang diinginkan serta daerah wisata yang mau dituju. Karena tidak ada solusi yang lebih baik, akhirnya saya putuskan untuk memberikan kesempatan sekali lagi kepada TVI Express sambil menghibur diri dalam hati bahwa masih ada orang lain yang lebih tertipu daripada saya. Setidaknya saya masih bisa hidup tenang tanpa ada ancaman pembunuhan… Di formulir itu saya mengisi tanggal voucher 22-25 April 2011 dengan tujuan Lombok. Setelah itu saya diminta untuk melakukan booking offline sekali lagi (dengan alasan karena booking online sedang dalam perbaikan). Karena kebetulan membawa laptop, maka saat itu juga saya melakukan booking offline di depan mata petugas TVI Express itu…!! Mereka menjanjikan akan diproses secepatnya dan akan dikonfirmasikan lewat email. Setelah itu saya turun ke parkir basement untuk segera meninggalkan Jakarta kembali ke Banjarmasin.

Selanjutnya pada tanggal 24 Januari (saya sudah sampai di Banjarmasin) saya menerima email dari TVI Express yang isinya bahwa saya diminta untuk melakukan booking online karena Admin TVI Exress sampai bulan Februari 2011 sedang sibuk membantu para member TVI di Negara Indonesia untuk melakukan booking offline. Yaaa TUHAN Semesta Alaaaaaaam…  padahal kemarin disuruh TVI Express untuk booking offline karena booking online sedang bermasalah… sekarang malah dibalik lagi. Saya bener-bener stresssss…!!! Ini MLM benar-benar g*bl*k…!!! Memangnya Banjarmasin bukan bagian dari Negara Indonesia…!!!

Begini jawaban emailnya:

Dear member,

Terima kasih untuk email anda, mohon maaf untuk booking offline saat ini kami membantu di indonesia s/d febuari 2011, untuk di luar periode tersebut silahkan anda online di webiste yang akan online pada minggu ke 3/4 januari, terima kasih

Regards

TVI Express

Bener-bener habis kesabaran ini. Saya coba sekali lagi bicara dengan upline saya (Bapak Gondo) dan meng-SMS saudara saya. Tapi lagi-lagi jawabannya begitu saja. Saya diminta untuk booking melalui website TVI Express. Wowww… spektakuler sekali bisnis MLM ini. Kalau tau begini lebih baik kapan saya mau berwisata, pada saat itu saya akan bayar hotel. Tidak perlu pakai booking-booking lewat bisnis TVI Express yang nyata-nyata menuntut pengorbanan begitu besar. Bagian administrasi TVI mengatakan bahwa masa berlaku voucher saya akan diperpanjang sampai bulanAgustus 2011 karena kesalahan pada website TVI bulan Oktober-Januari (under construction) yang menyebabkan kesulitan proses booking. Tapi kalo saya buka di website-nya kadaluarsa voucher adalah tanggal 09 April 2011. Sekarang saya hanya menunggu-nunggu nasib hangusnya voucher saya itu.

Semoga apa yang saya alami ini bisa dijadikan pengalaman untuk para pembaca. Dan untuk yang berkoar-koar sudah membuktikan kesuksesan TVI Expresss, saya tantang untuk meng-claim (meredeem) voucher saya…!!! Jangan cuma cari korban terus.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: